Pengikut





Assalamu'alaikum... Welcome to my site

Find this blog

blog

BerbisikLah

Rabu, 22 Oktober 2008

Angin yang menyapu lembut wajahmu
Kerlingan matamu yang sayu
Membuat mata ini ingin selalu menatap lekat wajahmu
Kau adalah bidadari surga untuk ku
Akhlakmu dan wajahmu membuatku tertunduk malu

Aku hanyalah seorang pengecut
Yang tidak berani mengungkapkan perasaan ini
Tapi cukuplah aku yang mengatakan
Jangan kau anggap juga aku pengecut

Aku takut dengan kehadiran diriku
Membuat keimananmu goyah
Aku takut dengan perkataan yang kuucapkan
Membuatmu membenciku
Aku takut dengan sikapku yang berlebihan
Membuatmu merasa tidak nyaman

Pantaskah diriku mendapatkanmu
Mendapatkan seorang bidadari surga
Sedangkan aku hanyalah pemuda yang hina?
Pantaskah aku bersanding denganmu
Dengan keimanan yang seperti ini?

Wahai Bidadariku
Tuntunlah aku menjadi seperti yang kau mau
Doakan aku agar dapat melangkah bersamaan denganmu
Ajari aku seperti kau mengajari orang yang buta dan tuli
Ajari aku dengan penuh kesabaran

Mungkin ini hanya akan menjadi angan - anganku
Angan - angan yang tidak akan pernah terjadi
Kau adalah langit di atas sana
Sedangkan aku adalah sang bumi yang selalu menatap kearahmu

Aku cukup puas dengan keadaan ini
Walaupun hanya menjadi bayang - bayang yang semu
Walaupun kau tidak pernah sadar
Tentang keberadaan hati ini
Izinkan aku untuk sekedar berbisik padamu
Bahwa aku jatuh cinta padamu


Pilih yang mana nih?

"Eh eh... yang ini bagus deh... tinggal diikat kebelakang aja"


"Ah jangan yang itu... kepanjangan, kayak taplak meja aja"

"Mbok kalo pake kerudung jangan panjang - panjang tho ndok... Kayak yang di sinetron itu lho, kan rapi di lihatnya"

"Ah panas, gag pake kerudung aja panas, apalagi kalo pake, bisa ketombean deh nih rambut"

"Nanti, belum saatnya, kalo udah punya suami aja aku baru pake"

"Ngapain pake jilbab kalo hatinya belum berjilbab?"

"Aku tunggu hidayah, kan pake kerudung gag bisa dipaksa, itu kan atas dasar kemauan kita aja, kalo kita belum siap kenapa harus di paksa?"

"Kalo semua orang yang pake jilbab kelakuannya udah bener, baru deh gw pake jilbab!"

Aduhai pusing deh kepalaku, kalo denger semua alasan diatas. Itu cuma segelintir orang yang pernah aku ajak untuk mengenakan jilbab. Ternyata responnya berbeda - beda. Kadang aku bingung, sebenarnya mereka belum tahu atau pura - pura tidak tahu tentang kewajiban mengenakan jillbab?
nih yah kalo gag percaya,bahwa Allah itu memerintahkan kepada muslimah untuk mengenakan jilbab... sedangkan kalo kita diperintah guru aja nurut, kenapa ketika Allah yang memerintah kita masih harus tawar menawar lagi? mencari berbagai macam alasan untuk tidak mematuhinya?

"Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung" (Q.S. An-Nuur:31)

hohoho... sudah jelaskan? Kalau Allah memang memerintahkan kita untuk mengenakan jilbab?
Ada beberapa hadist nih untuk lebih meyakinkan lagi...
1. Wahai kaum wanita, aku tidak melihat dari suatu kaum (orang-orang) yang lemah akal (pemikiran) dan lemah agama lebih menghilangkan hati orang-orang yang sehat akal dan benaknya dari pada kamu (kaum wanita). Aku telah menyaksikan neraka yang penghuninya paling banyak kaum wanita. Maka dekatkanlah dirimu kepada Allah sedapat mungkin. (HR. Bukhari)
2.Wahai kaum wanita, aku tidak melihat dari suatu kaum (orang-orang) yang lemah akal (pemikiran) dan lemah agama lebih menghilangkan hati orang-orang yang sehat akal dan benaknya dari pada kamu (kaum wanita). Aku telah menyaksikan neraka yang penghuninya paling banyak kaum wanita. Maka dekatkanlah dirimu kepada Allah sedapat mungkin. (HR. Bukhari)
3.Ada dua golongan dari penghuni neraka yang Aku tidak sampai melihat mereka yaitu suatu kaum yang menyandang pecut seperti ekor sapi (yang) dipakai untuk memukuli orang-orang dan wanita-wanita berpakaian mini, telanjang. Mereka melenggang bergoyang. Rambutnya ibarat punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga atau mencium harumnya surga yang sebenarnya dapat dirasakan dari jarak sekian sekian. (HR. Muslim)

gimana??? masih kurang?
Sebenarnya, kita harus banyak bersyukur pada Allah S.W.T karena Dia telah memerintahkan kita untuk menutup aurat. Karena zaman sekarang sudah mendekati akhir zaman, lihat saja dimana - mana terjadi pembunuhan, pemerkosaan, perzinahan, ah banyak deh gag akan selesai kalo disebutin satu persatu.

Jangan bercermin pada kaca yang retak.. Itu kayaknya cocok deh untuk mematahkan semua argumen - argumen yang dilontarkan oleh semua teman - temanku. Kalau kita terus saja membuat alasan untuk itu, bagaimana kita mau menunaikan perintah Allah?
wahai ukhti, seluruh tubuh kalian itu indah... Setiap orang yang menatapnya pasti memiliki hasrat setidaknya ingin menyentuhnya. Ketika kalian tidak sengaja bersentuhan dengan lawan jenis, mereka sudah berfantasi yang macam - macam.

Oh, andai kalian mengerti bahwa berhijab itu penting. Jangan tundah - tunda lagi perintah Allah yang satu ini. Buang semua alasan yang kalian punya. Aku jamin seratus persen dengan kalian mengenakan jilbab tingkah laku kalian akan dapat kalian kontrol sendiri.

Tapi sekali lagi ingat, bukan jilbab yang dililit, diikat, atau diapain tau dah... Tapi jilbab yang mengulur dan menutupi sampai ke dada dan tidak tipis. Ketika kalian sudah mengenakan jilbab seperti itu, seperti apakah baju yang pantas kalian kenakan? Otomatis baju yang syar'i pula. Baju yang tidak membentuk tubuh kalian (seperti hadist yang diatas). Tapi baju yang ketika orang menatap kalian mereka akan menunduk karena malu dan enggan untuk menggoda kalian. Tapi mereka malah akan berdecak kagum.

Hmmm.. hanya sebagai informasi saja...
ketika aku bertanya kepada sebagian pria yang aku kenal. Ternyata mereka memilih seorang wanita yang dapat menjaga harga dirinya sendiri, yang dapat menjaga kehormatan suami, dan katanya sih kalo bisa yang mengenakan jilbab.

Lagi pula Allah berfirman :
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).(Q.S. An-Nuur:26)

Hohoho... Kalian mau pilih yang mana???

Gimana sih mandi yang bener?

Jumat, 17 Oktober 2008

Sedikit hanya mengingatkan bagaimana tata cara yang benar dalam islam saat mandi besar atau mandi junub untuk pria dan wanita. Hanya ada sedikit perbedaan antara keduanya, di simak yuk. Semoga bermanfaat :
Ya, jadi untuk wanita itu ketika mandi besar tidak wajib melepas ikatan rambutnya (ini untuk rambut yang panjang lho) seperti bunyi sebuah hadist Ummu Salamah radhiallahu anhaa berikut ini : "Seorang wanita berkata kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam : "Sesungguhnya aku adalah orang yang mengikat rambut kepalaku. Apakah aku (harus) membuka ikatan rambutkau untuk mandi janabat. " Rasulullah menjawawb: "Sungguh cukup bagimu menuang mengguyur) atas kepalamu tiga tuangan dengan air kemudian engkau siram seluruh badanmu, maka sungguh dengan berbuat demikian) engkau telah bersuci." {HR. Muslim, Ahmad, dan Tirmidzi dan dia berkata hadits ini adalah hasan shahih)Dalam riwayat lain hadits ini dari jalan Abdurrazaq dengan lafadz: "Apakah aku harus (harus) melepaskannya (ikatan rambutku) untuk mandi janabat?" disunahkan bagi wanita apbila mandi dari haid atau nifas memakai kapas yang ditaruh padanya minyak wangi lalu digunakan untuk membersihkan bekas darah agar tidak meninggalkan bau. Hal ini diterangkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Aisah Radhiallahu anha : "Bahwasanya Asma binti Yazid bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam tentang mandi haid. Maka beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda : "(hendklah) salah seorang di antara kalian memakai air yang dicampur dengan daun bidara (wewangian), kemudian dia bersuci dengannya lalu berwudhu dan memperbaiki wudhunya. Kemudian dia siramkan air di atas kepalanya. Lalu dia siramkan atasnya air (ke seluruh tubuh) setelah itu (hendaklah) dia mengambil kapas (atau kain yang telah diberi minyak wangi) kemudian ia bersuci dengannya."{HR. Al-Jamaah kecuali Tirmidzi}

Hmmm.... cukup untuk dalilnya yah....
Sekarang kita mulai tatacara mandinya :

1. Niat, karena dengan niat terbedakan dari kebiasan dengan ibadah, dalilnya hadits Umar bin Khaththab radhiallahu anhu: "bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : "Sesungguhnya amalan itu tergantung dari niatnya."{HR. Al-Jamaah}

Maknanya adalah bahwasanya sahnya amalan itu dengan niat, amal tanpa niat tidak dianggap syari. Yang perlu diingat bahwa niat adalah amalan hati bukan amalan lisan, jadi tidak perlu diucapkan.

2. Membersihkan seluruh anggota badan (mandi) dalam mengamalkan firman Allah subhanahu wa Taala: "Dan apabila kalian junub maka mandilah.{Al-Maidah :6}

Dan juga firman Allah subhanahu wa Taala : "Mereka bertanya kepadamu tentang haid , katakanlah haid itu kotoran yang menyakitkan) maka dari itu jauhkanlah diri kalian dari wanita (istri)yang sedang haiddan janganlah engkau mendekati mereka, sampai mereka bersuci (mandi)."{Al-Baqarah : 222}

Adapun tata cara mandi yang disunnahkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah :

1. mencuci kedua tangan sekali, dua kali atau tiga kali.
2. lalu mencuci kemaluan dengan tangan kiri, setelah itu tangan bekas menggsok kemaluan tersebut digosokan ke bumi.
3. kemudian berwudhu seperti wudhunyaorang yang mau shalat. Boleh mengakhirkan kedua kaki (dalam berwudhu tidak mencuci kaki)sampai mandi selesaibaru kemudian mencuci kedua kaki.
4. membasahi kepala sampai pangkal rambutdengan menyela-nyelanya dengan jari-jemari.
5. setelah itu menuangkan air di atas kepala sebanyak tiga kali.
6. kemudian menyiram seluruh tubuh, dimulai dengan bagian kanan tubuh lalu bagian kiri sambil membersihkan kedua ketiak, telinga bagian dalam, pusar dan jari jemari kaki serta menggosok bagian tubuh yang mungkin digosok.
7. selesai mandi, mencuci kedua kaki bagi yang mengakhirkannya (tidak mencucinya tatkala berwudhu)
8. membersihkan/mengeringkan airyang ada di badan dengan tangan (dan boleh dengan handuk atau lainnya)

Tata cara mandi seperti di atas sesuai dengan hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam : "dari Aisah radhiallahu anha, bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wasallam apabila dari junub beliau mulai dengan mencuci kedua tangannya, lalu beliau mengambil air dengan tangan kanan kemudian dituangkan di atas tangan kiri (yang) beliau gunakan untuk mencuci kemaluannya. Kemudian beliau berwudhu seperti wudhunya orang yang mau shalat. Selesai itu beliau mengambil air(dan menuangkannya di kepalanya)sambil memasukan jari-jemarinyake pangkal rambutnyahingga beliau mengetahui bahwasanya beliau telah membersihkan kepalanya dengan tiga siraman (air), kemudian menyiram seluruh badannya."{HR. Bukhari dan Muslim}

Dan juga hadits : "Dari Aisyah radhiallahu anha berkata: Adalah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam apabila mandi janabat beliau meminta air, kemudian beliau ambil dengan telapak tangannya dan dan mulai (mencuci) bagian kanan kepalanya lalu bagian kirinya. Setelah itu beliau mengambil air dengan kedua telapak tangannya lalu beliau balikkan (tumpahkan) di atas kepalanya."{HR. Bukhari dan Muslim}

Dalam hadits lain : "Dari Maimunah radhiallahu anha berkata : "Aku meletakan air untuk mandi Nabi shallallahu alaihi wasallam. Kemudian beliau menuangkan atas kedua tangannya dan mencucinya dua atau tiga kali, lalu beliau menuangkan dengan tangan kanannya atas tangan kirinya dan mencuci kemaluannya (dengan tangan kiri), setelah itu beliau gosokkan tangan (kirinya) ke tanah.Kemudian beliau berkumur-kumur, memasukanair ke hidung dan menyemburkannya, lalu mencuci kedua wajah dan kedua tangannya, kemudian mencuci kepalnya tiga kali dan menyiram seluruh badannya. Selesai itu beliau menjauh dari tempat mandinya lalu mencuci kedua kakinya. Berkata Maimunah : Maka aku berikan kepadanya secarik kain akan tetapi beliau tidak menginginkannya dan tetaplah beliau mengeringkan air (yang ada pada badannya) dengan tangannya."{HR. Al-Jamaah}

Cara mandi di atas adalah cara mandi wajib yang sempurna yang seharusnya dilakukan oleh setiap muslim dalam rangka untuk mengikuti Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Perlu diketahui bahwa untuk mandi besar ada dua sifat:
1. Mandi sempurna dengan menggunakan cara-cara di atas.
2. Mandi biasa yaitu mandi yang hanya melakukan hal yang wajib saja tanpa melakukan sunnahnya, dallinya keumuman ayat dalam surat yang artinya : "Janganlah kalian dekati mereka (wanita Haid) sampai mereka bersuci (mandi) dan apbila mereka telah mandi...."{Al-Baqarah 222}. Dan juga dalam firman Allah subhanahu wa Taala : Dan apabila kalian junub maka bersucilah (mandilah)."{Al-Maidah : 6}

Dalam dua ayat di atas Allah subhanau wa Taala tidak menyebutkan kecuali mandi saja, dan barang siapa telah membasahi seluruh badannya dengan air dengan mandi besar walaupun hanya sekali berarti dia telah suci. Yang demikian juga telah ada keterangan dari hadits shahih dari Aisyah dan Maimunah radhiallahu anhuma, juga hadits Ummu Salamah radhiallahu anha : "Cukuplah bagimu menuangkan air di atas kepalanya tiga kali tuangan , kemudian engkau siram (seluruh badanmu) dengan air, (dengan berbuat dmikian) maka sungguh engkau telah bersuci."{HR. Muslim}

Sebaik-baik teladan adalah Nabi shallallahu alaihi wasallam.
Wallahu alam bish-shawab.

Abu Bakar Sidiq

Kamis, 16 Oktober 2008

Sungguh Agung lelaki ini,,, Jika kudapat meniru semua tingkahnya. Rasulullah pun akan menyayangiku seperti Beliau menyayanginya Abu Bakar


Gua Tsur.

Wajah Abu Bakar pucat pasi. Langkah para pemuda Quraisy tidak lagi terdengar samar. Tak terasa tubuhnya bergetar hebat, betapa tidak, dari celah gua ia mampu melihat para pemburu itu berada di atas kepalanya. Setengah berbisik berkatalah Abu Bakar.

“Wahai Rasulullah, jika mereka melihat ke kaki-kaki mereka, sesungguhnya mereka pasti melihat kita berdua”. Rasulullah memandang Abu Bakar penuh makna. Ditepuknya punggung sahabat dekatnya ini pelan sambil berujar” Janganlah engkau kira, kita hanya berdua. Sesungguhnya kita bertiga, dan yang ketiga adalah Dia, yang menggenggam kekuasaan maha, Allah”.

Sejenak ketenangan menyapa Abu Bakar. Sama sekalil ia tidak mengkhawatirkan keselamatannya. Kematian baginya bukan apa-apa, ia hanya lelaki biasa. Sedang, untuk lelaki tampan yang kini dekat di sampingnya, keselamatan di atas mati dan hidupnya. Bagaimana semesta jadinya tanpa penerang. Bagaimana Madinah jika harus kehilangan purnama. Bagaimana dunia tanpa benderang penyampai wahyu. Sungguh, ia tak gentar dengan tajam mata pedang para pemuda Quraisy, yang akan merobek lambung serta menumpahkan darahnya. Ia hanya takut, Muhamad, ya Muhamad..mereka membunuh Muhamad.

***

Berdua mereka berhadapan, dan mereka sepakat untuk bergantian berjaga. Dan keakraban mempesona itu bukan kebohongan. Abu Bakar memandang wajah syahdu di depannya dalam hening. Setiap guratan di wajah indah itu ia perhatikan seksama. Aduhai betapa ia mencintai putra Abdullah. Kelelahan yang mendera setelah berperjalanan jauh, seketika seperti ditelan kegelapan gua. Wajah di depannya yang saat itu berada nyata, meleburkan penat yang ia rasa. Hanya ada satu nama yang berdebur dalam dadanya. Cinta.

Sejeda kemudian, Muhamad melabuhkan kepalanya ke pangkuan Abu Bakar. Dan seperti anak kecil, Abu Bakar berenang dalam samudera kegembiraan yang sempurna. Tak ada yang dapat memesonakannya selama hidup kecuali saat kepala Nabi yang ummi berbantalkan kedua pahanya. Mata Rasulullah terpejam. Dengan hati-hati, seperti seorang Ibu, telapak tangan Abu Bakar, mengusap peluh di kening Rasulullah. Masih dalam senyap, Abu Bakar terus terpesona dengan sosok cinta yang tengah beristirahat diam di pangkuannya. Sebuah asa mengalun dalam hatinya”Allah, betapa ingin hamba menikmati ini selamanya”.

Nafas harum itu terhembus satu-satu, menyapa wajah Abu Bakar yang sangat dekat. Abu Bakar tersenyum, sepenuh kalbu ia menatapnya lagi. Tek jenuh, tak bosan. Dan seketika wajahnya muram. Ia teringat perlakuan orang-orang Quraisy yang memburu purnama Madinah seperti memburu hewan buruan. Bagaimana mungkin mereka begitu keji mengganggu cucu Abdul Muthalib, yang begitu santun dan amanah. Mendung di wajah Abu Bakar belum juga surut. Sebuah kuntum azzam memekar di kedalaman hatinya, begitu semerbak.”Selama hayat berada dalam raga, aku Abu Bakar, akan selalu berada di sampingmu, untuk membelamu dan tak akan membiarkan siapapun mengganggumu”.

Sunyi tetap terasa. Gua itu begitu dingin dan remang-remang. Abu Bakar menyandarkan punggung di dinding gua. Rasulullah, masih saja mengalun dalam istirahatnya. Dan tiba-tiba saja, seekor ular mendesis-desis perlahan mendatangi kaki Abu Bakar yang terlentang. Abu Bakar menatapnya waspada, ingin sekali ia menarik kedua kakinya untuk menjauh dari hewan berbisa ini. Namun, keinginan itu dienyahkannya dari benak, tak ingin ia mengganggu tidur nyaman Rasulullah. Bagaimana mungkin ia tega membangunkan kekasih itu.

Abu Bakar meringis, ketika ular itu menggigit pergelangan kakinya, tapi ia tetap saja tak bergerak sedikitpun. Dan ular itupun pergi setelah beberapa lama. Dalam hening, sekujur tubuhnya terasa panas. Bisa ular segera menjalar cepat. Abu Bakar menangis diam-diam. Rasa sakit itu tak dapat ditahan lagi. Tanpa sengaja, air matanya menentes mengenai pipi Rasulullah yang tengah berbaring. Abu Bakar menghentikan tangisannya, kekhawatirannya terbukti, Rasulullah terjaga dan menatapnya penuh rasa ingin tahu.

“Wahai hamba Allah, apakah engkau menangis karena menyesal mengikuti perjalanan ini” suara Rasulullah memenuhi udara gua.

“Tentu saja tidak, saya ridha dan ikhlas mengikutimu kemanapun”potong Abu Bakar masih dalam kesakitan.

“Lalu mengapakah, engkau meluruhkan air mata?”

“Seekor ular, baru saja menggigit saya, wahai putra Abdullah, dan bisanya menjalar begitu cepat”

Rasulullah menatap Abu Bakar penuh keheranan, tak seberapa lama bibir manisnya bergerak “Mengapa engkau tidak menghindarinya?”

“Saya khawatir membangunkan engkau dari lelap”jawab Abu Bakar sendu. Sebenarnya ia kini menyesal karena tidak dapat menahan air matanya hingga mengenai pipi Rasulullah dan membuatnya terjaga.

Saat itu air mata bukan hanya milik Abu Bakar saja. Selanjutnya mata Al Mustafa berkabut dan bening air mata tergenang di pelupuknya. Betapa indah sebuah ukhuwah.

“Sungguh bahagia, aku memilikimu wahai putra Abu Qahafah. Sesungguhnya Allah sebaik-baik pemberi balasan”. Tanpa menunggu waktu, dengan penuh kasih sayang, Al Mustafa meraih pergelangan kaki yang digigit ular. Dengan mengagungkan asma Allah pencipta semesta, Nabi mengusap bekas gigitan itu dengan ludahnya. Maha suci Allah, seketika rasa sakit itu tak ada lagi. Abu Bakar segera menarik kakinya karena malu. Nabi masih memandangnya sayang.

“Bagaimana mungkin, mereka para kafir tega menyakiti manusia indah sepertimu. Bagaimana mungkin?” nyaring hati Abu Bakar kemudian.

Gua Tsur kembali ditelan senyap. Kini giliran Abu Bakar yang beristirahat dan Rasulullah berjaga. Dan, Abu Bakar menggeleng kuat-kuat ketika Rasulullah menawarkan pangkuannya. Tak akan rela, dirinya membebani pangkuan penuh berkah itu.

***

Kita pasti tahu siapa Abu Bakar. Ia adalah lelaki pertama yang memeluk Islam dan juga salah satu sahabat terdekat Rasulullah. Dari lembar sejarah, kita kenang cinta Abu Bakar kepada Al Mustafa menyemesta. Kisah tadi terjadi pada saat ia menemani Rasulullah berhijrah menuju Madinah dan harus menginap di gua Tsur selama tiga malam. Menemani Nabi untuk berhijrah adalah perjalanan penuh rintang. Ia sungguh tahu akibat yang akan digenggamnya jika misi ini gagal. Namun karena cinta yang berkelindan di kedalaman hatinya begitu besar Abu Bakar dengan sepenuh jiwa, raga dan harta, menemani sang Nabi pergi.

Dia terkenal karena teguh pendirian, berhati lembut, mempunyai iman yang kokoh dan bijaksana. Kekokohan imannya terlihat ketika Madinah kelabu karena satu kabar, Nabi yang ummi telah kembali kepada Yang Maha Tinggi. Banyak manusia terlunta dan larut dalam lara yang sempurna. Bahkan Umar murka dan tidak mempercayai kenyataan yang ada. Saat itu Abu Bakar tampil mengingatkan seluruh sahabat dan menggaungkan satu khutbah yang massyur “Ketahuilah, siapa yang menyembah Muhamad, maka ia telah meninggal dunia. Dan siapa yang menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah tidak mati”.

Kepergian yang tercinta, tidak menyurutkan keimanan dalam dadanya. Ketiadaan Rasulullah. Jua tak memadamkan gebyar semangat untuk terus menegakkan pilar-pilar Islam yang telah dipancangkan. Pada saat menjabat khilafah pertama, ia dengan gigih memerangi mereka yang enggan berzakat. Tidak sempat disitu munculnya beberapa orang yang mengaku Nabi, sang khalifah juga berlaku sama yaitu mengirimkan pasukan untuk mengajak mereka kembali kepada kebenaran. Sesungguhnya pribadi Abu Bakar adalah lemah lembut, namun ketika kemungkaran berada dihadapannya, ia berlaku sangat tegas dalam memberantasnya.

Abu Bakar wafat pada usia 63 tahun, pada saat perang atas bangsa Romawi di Yarmuk berkecamuk dengan kemenangan di tangan kaum Muslim. Sebelum wafat, ia menetapkan Umar sebagai khalifah penggantinya. Jenazahnya dikebumikan di sebelah manusia yang paling dicintainya, yaitu makam Rasulullah. Hidup Abu Bakar berhenti sampai di sana, namun selanjutnya manusia yang menurut Rasulullah menjadi salah seorang yang dijamin masuk surga, terus saja mengharumkan sejarah sampai detik sekarang. Ia mencintai Nabinya melebihi dirinya sendiri. Tidakkah itu mempesona? (dari oase iman: mahabbah12@yahoo.com. *Judul asli: Cinta Abu Bakar untuk Al Mustafa, ditulis kembali sebagai hadiah untuk para sahabat yang telah menemani dalam suka maupun duka dan seluruh kader KAMMI di Bogor, mudah-mudahan ukhuwah yang telah terjalin yang dikhiasi oleh rasa mahabbah dan semangat untuk bertadhiyah bisa mengantarkan kita untuk berkumpul kembali bersama Al Mustafa di jannah-nya….).

Sahabat, mudah-mudahan setiap air mata yang menetes ketika membaca kisah agung di atas menjadi pertanda cinta kita untuk Rasulullah dan para sahabatnya dan semoga Allah menyampaikan pesan cinta tersebut kepadanya sebagaimana disampaikannya pesan cinta Khubaib kepada Rasulullah sebelum anak panah kaum Quraisy menembus dadanya di tiang salib…. Allahuma shali ‘ala sayidina Muhamad wa ‘ala ali sayidina Muhamad……jsh.

Orang tertentu yang dapat membacanya

Cdnuolt blveiee taht I cluod aulaclty uesdnatnrd waht I was rdanieg. The phaonmneal pweor of the hmuan mnid, aoccdrnig to a rscheearch at Cmabrigde Uinervtisy, it dseno't mtaetr in waht oerdr the ltteres in a wrod are, the olny iproamtnt tihng is taht the frsit and lsat ltteer be in the rghit pclae. The rset can be a taotl mses and you can sitll raed it whotuit a pboerlm. Tihs is bcuseae the huamn mnid deos not raed ervey lteter by istlef, but the wrod as a wlohe. Azanmig huh? yaeh and I awlyas tghuhot slpeling was ipmorantt!if you can raed tihs, GIVE ME A COMMENT

Nenek Ajaib

Rabu, 15 Oktober 2008

Seorang nenek berusia 73 tahun berhasil meraih ban hitam pada olahraga beladiri jenis Karate. Adalah Barbara Dyson.

Sebelum suaminya meninggal dunia, ia pernah berjanji. Bahwa ia akan berhasil meraih ban hitam di karate. Dan janji yang pernah diikrarkannya kini sudah menjadi kenyataan.

Nenek asal Britania ini, berhasil meraih ban hitamnya setelah ia melakukan latihan selama 4 kali dalam seminggu. Ia berlatih dengan orang-orang yang usianya masih muda jika dibandingkan dengannya.

Mantan perawat di kawasan Leeds ini mulai mengambil kelas karate sejak usia 63 tahun. Pada awalnya ia mengambil kelas karate dengan cucu lelakinya.

Tapi sayangnya ketika si cucu sudah mendapat ban merah, ia memutuskan keluar. Waduh kok cucu kalah sama neneknya...(metro.co.uk/ais)

Hanya ini yang dapat kulakukan

Wahai sahabatku...
Apakah Kau tahu? Bahwa aku sangat mencintaimu?
Bahwa aku sangat menyayangimu?
Maafkan aku karena pernah berlaku zalim padamu
Karena rasa cintaku yang besar untukmu
Sehingga membuat mataku buta
Membuat hati ini sekeras batu

Tapi kini aku sadar, kau telah berubah
Dan sekarangpun hatiku luluh padamu

Wahai sahabatku...
Aku ingin meminta maaf lagi padamu
Karena sekali lagi aku khilaf
Aku melupakanmu di saat hari yang penting untukmu

Tapi kini ku hanya bisa berdoa
agar kau selalu diberikan hidayah dan kasih sayang yang besar dari ALLAH
agar kau selalu bisa menjadi manusia yang memiliki budi pekerti yang luhur
agar kau selalu bisa menyenangkan manusia yang ada disekelilingmu
agar kau selalu menjadi orang yang bermanfaat bagi semua makhluk di bumi ini

Agar orangtuamu bahagia dan bersuka cita karena telah melahirkanmu
Agar teman - temanmu dapat merasakan arti hadirnya dirimu
Agar jodohmu merasa tersanjung mendapatkanmu

Aku berdoa
Semoga kau selalu sehat
Semoga kau diberi kekuatan untuk melawan segala kebathilan yang ada disekelilingmu
Semoga kau dapat menghiasi semua orang dengan senyummu
Semoga kau menjadi makhluk yang tahu bagaimana mensyukuri nikmat Allah

Sahabatku... Tahukah kau betapa beruntungnya diriku bisa mengenalmu
Kau telah membuka jalan pikiranku
Kau telah memiliki tempat dihatiku
Tempat yang tidak akan pernah orang lain menempatinya
Kau telah menyadarkan aku tentang sesuatu
Kau selalu menunjukkan wajah yang ceria, walaupun kau menjerit dalam hati

Aku tidak ingin kehilangan dirimu untuk kedua kalinya
Hanya ini yang dapat kulakukan untukmu sahabatku tercinta

Aku Cemburu

Selasa, 14 Oktober 2008

Ketika kau dekat denganku
Ku akan menjagamu dengan segenap kemampuanku
Aku tak ingin kau merasakan sakit
Yang dapat membuatmu merasakan pahitnya hidup

Namun, kadang kau tak mengerti
Betapa besar cinta dan sayangku untukmu
Aku ini hanya manusia biasa yang selalu ingin melindungimu

Jadi jangan pernah membuaku cemas
Karena hubungan kita akan dipertanyakan nantinya
Aku ingin kita selalu bersama
Kita memasuki surga melalui pintu yang sama
Yaitu pintu seorang mujahid

Jangan buat aku cemburu dengan kau melakukan dosa
Jangan buat cemburu dengan kau berduaan dengan kekasih harammu
Jangan buat semua umat muslim cemburu dengan kemesraanmu itu

Aku bersedia melangkahkan kaki ini denganmu
Aku bersedia memberikan bahuku agar bebanmu berkurang
Aku bersedia mengulurkan tanganku untuk menuntunmu ketika kau khilaf

Aku sangat mencintaimu sahabatku
Sahabat yang akan kujaga sampai akhir hayatku
Kita akan maju ke barisan para mujahidah yang telah mendahului kita
Mari kita berlomba memasuki jannah-Nya
Tapi aku tidak akan mau mendahuluimu
Karena aku ingin selalu melangkah bersamamu

Ketika ku jatuh cinta

Kamis, 09 Oktober 2008

Ketika ku jatuh cinta...
Ya Rabb,,, jika aku di izinkan untuk jatuh cinta
Aku ingin memilih seseorang yang dapat membuatMu bahagia
Bahagia karena ketika aku mencintainya
Rasa cintaku untukMu perlahan semakin bertambah
Ketika aku jatuh cinta...
Jadikan ia yang pertama dan terakhir
Jadikan ia pemicu keimananku padaMu
Jadikan ia sebagai seorang yang berjihad di jalanMu
Yang tidak segan - segan mengorbankan jiwanya hanya untukMu
Ya Rabb,,, Dekatkanlah ia padaMu
Tuntunlah ia untuk memahamiMu
Karena jika ia memahamiMu, ia akan memahami semua isi dunia
Genggamkanlah dunia di tangannya, asal jangan hatinya
Jadikan ia seorang yang lembut lagi penyabar
Jadikan aku patuh dan tunduk padanya
Tapi bukan patuh dan tundukku padaMu
Jadikan selalu rasa cinta kami pemicu semangat keimanan kami
Agar cinta yang kami miliki tidak akan bergulir dengan sia - sia
Aku mencintainya, tapi tidak melebihi rasa cintaku padaMu
Bantu aku ya Rabb,,,
Bantu aku menghalau rasa ini, jika ia memang bukan jodohku
Aku tidak ingin mengotori hati ini
Aku tidak ingin membuatMu cemburu dengan keakraban kami
Aku selalu berharap apapun yang dilakukanku dapat membuatmu senang dan ridho
Allah ya Karim,, Tunjukkanlah makna yang Kau siratkan untukku

gara - gara kurang tiga angka

Rabu, 08 Oktober 2008

Hari rabu tanggal 8 Oktober 2008.... lumayan menjadi hari yang berkesan. Gimana nggak? Ibu sama Bapak jatuh dari motor. Kasihan banget.. Eh ternyata anaknya juga mengalami hal yang sama. tapi bukan jatuh dari motor juga.
Bermula pada pagi hari, seperti biasa hari ini aku melangkahkan kaki untuk menjalani kehidupan sehari - hari sebagai seorang pelajar yang sedang menuntut ilmu di sebuah perusahaan. Ternyata hari - hari sebagai pelajar itu lebih mengasyikkan daripada ketika kita harus bekerja setiap hari. Tidak pusing dengan segala tanggung jawab yang dibebankan terhadap kita. Karena di sekolah masih mengenal kata maaf. Tapi di perusahaan? semuanya berbeda. Lho? kok jadi ngomongin itu? kembali ke topik awal.
Karena motor rusak, otomatis aku tidak diantar oleh adikku. "Hah ya udah deh... coba - coba yang baru,, naik 46 ahh dari PGC. Tidak lama setelah menunggu mobil kesayanganku itu, akhirnya ada dua yang datang. Ah untuk menghemat waktu aku naik yang pertama saja. Kebetulan sudah penuh, pasti jalannya ngebut.
Melihat suasana yang ada di dalam bus, membuat mataku mengantuk. ya aku tertidur..Zzzz...Zzz..
Setelah satu jam, entah apa yang membuatku bangun. Tiba - tiba saja mataku sudah tidak mengantuk lagi. Lalu aku memperhatikan keadaan sekeliling, dalam hati aku merasa aneh, kok belum sampai juga. Lalu aku melihat tulisan "Pisangan baru" itu bukannya jalan dekat sekolahku? di Rawamangun.
Lalu aku melihat seorang teman yang biasanya dia pergi ke arah tanjung priuk. Dalam hati aku heran, ngapain dia naik 46? mau ke slipi juga? aku menyapanya... "Mau kemana Mad?" "tanjung priuk". Haduh jadi tambah bingung aja..
Aku tanya sama seorang penumpang juga, "Mba Slipi udah lewat blom?" "Slipi? Ini mau ke tanjung priuk" "Lho? jadi ini bukan 46?" "Bukan, ini 43". Walah,,, otakku jadi tidak bisa berpikir lagi. Aku langsung turun dari bus dan tertawa - tawa.
"Hahahaha.... Bodoh banget, bisa salah naik bus" Sepanjang menunggu bus 64, aku tidak hentinya tertawa. Masalahnya baru kali ini aku salah naik bus seumur hidup. Ternyata seru juga, bisa menjadi topik yang ramai diperbincangkan.
Setengah jam menunggu patas 64, jam sudah menunjukkan pukul 07.30, sedangkan kantor tempat aku PKL masuk pukul 08.00. Waduh panic at the disco, hahahaha....
Haaaaah, Alhamdulillah, untung nongol juga tuh busnya. Untung jalanan tidak macet, seperti biasanya. jadi kurang dua puluh menit perjalanan sudah sampai. Aku punya waktu sepuluh menit untuk sampai ke kantor without telat.
Begitu sampai kantor, badan keringatan, dehidrasi pula. Tapi cukup menyenangkan untuk dijadikan kenangan.
 

Most Reading

Tags