Pengikut





Assalamu'alaikum... Welcome to my site

Find this blog

blog

KEUTAMAAN EMPAT RAKAAT SEBELUM ASHAR

Kamis, 25 September 2008

Syaikhuna Mufti KSA Bagian Selatan Syaikh Muhaddits Ahmad bin Yahya An-Najmi hafizhahullah berkata dengan sanad yang bersambung sampai kepada Imam Asy-Syaukani dalam Nailul Authar, beliau berkata :

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ e قَالَ : ((رَحِمَ اللهُ امْرَأً صَلَّى قَبْلَ العَصْرِ أَرْبَعاً)). رَوَاهُ أَحْمَدُ وَأَبُوْ دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِيُّ.

Artinya : Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : "Allah merahmati orang yang shalat empat rakaat sebelum Ashar". HR Ahmad, Abu Daud dan At-Tirmidzi.

Asy-Syaukani berkata : "Hadits ini dihasankan oleh At-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah. Dan di dalam sanadnya terdapat Muhammad bin Mihran, dia diperbincangkan. Akan tetapi dia telah ditsiqahkan oleh Ibnu Hibban dan Ibnu Adi". Selesai.

Saya berkata : Pentsiqahan Ibnu Hibban secara tersendiri tidak bisa menjadi sandaran, sebagaimana ketetapan ahlul hadits. Akan tetapi dengan dukungan pentsiqahan Ibnu Adi, hadits ini menguat, sebab Ibnu Hibban memiliki sikap tasahul, oleh karena itu bisa dikatakan hadits ini termasuk hadits hasan.

Asy-Syaukani berkata : "Dalam hal ini terdapat hadits dari Ali radhiyallahu 'anhu riwayat Ahlus-Sunan (Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasa-I, dan Ibnu Majah) dengan lafazh :

((كَانَ النَّبِيُّ e يُصَلِّي قَبْلَ العَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ يَفْصِلُ بَيْنَهُنَّ بِالتَّسْلِيْمِ)).

Artinya : Adalah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam shalat empat rakaat sebelum Ashar dengan memisahkan diantaranya dengan salam (yaitu dua rakaat lalu salam, kemudian dua rakat lalu salam).

At-Tirmidzi, An-Nasa-I dan Ibnu Majah menambahkan :

((عَلَى المَلاَئِكَةِ المُقَرَّبِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ مِنَ المُسْلِمِيْنَ وَالمُؤْمِنِيْنَ)).

Artinya : Atas para malaikat yang didekatkan dan orang-orang yang mengikuti mereka dari kaum mukminin dan mislimin.

Dan Asy-Syaukani menyebutkan riwayat lain yang semakna dengan hadits ini, yaitu dari Ali pada riwayat Ath-Thabarani di dalam Al Ausath, dan dari Abdullah bin Amr bin Al Ash pada riwayat Ath-Thabarani di dalam Al Kabir dan Al Ausath secara marfu' dengan lafazh :

((مَنْ صَلَّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ قَبْلَ العَصْرِ لَمْ تَمَسَّهُ النَّارُ)).

Artinya : "Barangsiapa shalat empat rakaat sebelum Ashar, tidak akan disentuh oleh neraka".

Dan dari Abu Hurairah pada riwayat Abu Nu'aim, dia berkata : Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

((مَنْ صَلَّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ قَبْلَ العَصْرِ غَفَرَ اللهُ لَـهُ)).

Artinya : "Barangsiapa shalat empat rakaat sebelum Ashar, Allah mengampuninya".

Hadits ini dari riwayat Al Hasan dari Abu Hurairah dan dia (Al Hasan) tidak mendengar darinya.

Dan dari Ummu Habibah riwayat Abu Ya'la dengan lafazh : Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

((مَنْ حَافَظَ عَلَى أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ العَصْرِ بَنَى اللهُ لَـهُ بَيْتاً فِي الجَنَّةِ)).

Artinya : "Barangsiapa menjaga shalat empat rakaat sebelum Ashar, Allah bangunkan untuknya rumah di surga".

Dan di dalam sanadnya terdapat Muhammad bin Said Al Muadzdzin. Al Iraqi berkata : "Saya tidak tahu siapa dia".

Dan dari Ummu Salamah pada riwayat Ath-Thabarani di dalam Al Kabir dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda :

((مَنْ صَلَّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ قَبْلَ العَصْرِ حَرَّمَ اللهُ بَدَنَهُ عَلَى النَّارِ)).

Artinya : "Barangsiapa shalat empat rakaat sebelum Ashar, Allah haramkan badannya dari neraka".

Asy-Syaukani berkata : "Hadits-hadits tersebut menunjukkan mustahabnya shalat empat rakaat sebelum Ashar, doa rahmat dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bagi yang mengerjakannya dan pengharaman badannya dari neraka bagi yang berlomba-lomba mengerjakannya".

Saya berkata : Sesungguhnya secara keseluruhan hadits-hadits ini menunjukkan kandungannya yang shahih. Maka seyogyanya seorang muslim memanfaatkan berbagai kesempatan yang terdapat keutamaan padanya dan tidak menyia-nyiakannya. Hukum shalat empat rakaat sebelum Ashar ini adalah mustahab dan derajat tekanannya di bawah sunnah-sunnah rawatib. Wabillahit-taufiq. Selesai.

Perkembangan Islam di Amerika dan Inggris

Cukup

Selasa, 23 September 2008

Aku...
Aku sudah berusaha semampuku
Janganlah lagi kau menuntutku
Hatiku lelah
Aku ingin mendapatkan kebebasanku kembali
Aku ingin kebahagiaan
Jangan lagi kau torehkan luka itu

Kau mau aku seperti apa sekarang?
mengalah dan berlutut padamu
Terimakasih...
Mungkin pikiranku buta
Tapi tidak dengan hatiku

Puncak

Aku...
Aku sudah berusaha semampuku
Janganlah lagi kau menuntutku
Hatiku lelah
Aku ingin mendapatkan kebebasanku kembali
Aku ingin kebahagiaan dapat kukecap lagi
Secercah harapan yang kutanam kini sudah layu

Aku harus bagaimana, Ya Rabb?
Kesabaran dan ketawakalan adalah makananku sehari - hari
Namun aku jenuh, penat, dan ingin kumenjerit

Tempatku bukan disini...
Jiwaku tidak pernah merasa tentram
Tapi aku akan tetap menjalaninya
Karena aku yakin Engkau mempunyai rencana yang indah
Rencana yang aku sendiripun tidak mengetahuinya

Haruskah ku selalu mencelanya?
Haruskah aku diam?
Haruskah aku pasrah dengan semua ini?

Takdir yang sudah Kau gariskan
Akan aku jalankan sebaik mungkin, ya Rabb
Walaupun aku tak tahu
Akankah aku dapat tersenyum sesudahnya
Atau hanya dapat menelan getirnya pengalaman ini

Subhanallah Walhamdulillah walaillahaillallah

Kesaksian Seseorang

Jumat, 12 September 2008

Kesaksian Warga Bengkalis yang Mati Suri dalam Temu
Alumni ESQ 'Menyaksikan Orang Disiksa dan Ingin
Kembali ke Dunia'.

Pengalaman mati suri seperti yang dialami Aslina,
telah pula dirasakan banyak orang. Seorang peneliti
dan meraih gelar doktor filsafat dari Universitas
Virginia Dr Raymond A Moody pernah meneliti fenomena
ini.
Hasilnya orang mati suri rata-rata memiliki pengalaman
yang hampir sama.

Masuk lorong waktu dan ingin dikembalikan ke dunia.

Catatan ini dilengkapi pula dengan penjelasan
instruktur ESQ Legisan Sugimin yang mengutip Al-Quran
yang menjelaskan orang yang mati itu ingin
dikembalikan ke dunia, serta penelusuran melalui
internet tentang
Dr Raymond. Bagi pembaca yang ingin mengetahui perihal
Dr Raymond dapat membuka situs www.lifeafterlife. com
dan hasil penelitian Raymond tentang mati suri dapat
dibaca di buku Life After Life.

Aslina adalah warga Bengkalis yang mati suri 24
Agustus 2006 lalu. Gadis berusia sekitar 25 tahun itu
memberikan kesaksian saat nyawanya dicabut dan apa
yang disaksikan ruhnya saat mati suri.

Sebelum Aslina memberi kesaksian, pamannya Rustam
Effendi memberikan penjelasan pembuka. Aslina berasal
dari keluarga sederhana, ia telah yatim. Sejak kecil
cobaan telah datang pada dirinya. Pada umur tujuh
tahun tubuhnya terbakar api sehingga harus menjalani
dua kali operasi. Menjelang usia SMA ia termakan
racun. Tersebab itu ia menderita selama tiga tahun.
Pada umur 20 tahun ia terkena gondok (hipertiroid) .
Gondok
tersebut menyebabkan beberapa kerusakan pada jantung
dan matanya. Karena penyakit gondok itu maka Jumat, 24
Agustus 2006 Aslina menjalani check-up atas gondoknya
di Rumah Sakit Mahkota Medical Center (MMC)
Melaka Malaysia. Hasil pemeriksaan menyatakan
penyakitnya di ambang batas sehingga belum bisa
dioperasi.

''Kalau dioperasi maka akan terjadi pendarahan,' '
jelas Rustam. Oleh karena itu Aslina hanya diberi
obat. Namun kondisinya tetap lemah. Malamnya Aslina
gelisah luar biasa, dan terpaksa pamannya membawa
Aslina
kembali ke Mahkota sekitar pukul 12 malam itu. Ia
dimasukkan ke unit gawat darurat (UGD), saat itu detak
jantungnya dan napasnya sesak.Lalu ia dibawa ke luar
UGD masuk ke ruang perawatan. ''Aslina seperti orang
ombak (menjelang sakratulmaut, red). Lalu saya ajarkan
kalimat thoyyibah dan syahadat. Setelah itu dalam
pandangan saya Aslina menghembuskan nafas terakhir, ''
ungkapnya. Usai Rustam memberi pengantar, lalu Aslina
memberikan kesaksiaanya.

''Mati adalah pasti. Kita ini calon-calon mayat, calon
penghuni kubur,'' begitu ia mengawali kesaksiaanya
setelah meminta seluruh hadirin yang memenuhi Grand
Ball Room Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru tersebut
membacakan shalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Tak lupa
ia juga menasehati jamaah untuk memantapkan iman, amal
dan ketakwaan sebelum mati datang. ''Saya telah
merasakan mati,'' ujar anak yatim itu. Hadirin terpaku
mendengar kesaksian itu. Sungguh, lanjutya, terlalu
sakit mati itu.

Diceritakan, rasa sakit ketika nyawa dicabut itu
seperti sakitnya kulit hewan ditarik dari daging,
dikoyak. Bahkan lebih sakit lagi. ''Terasa malaikat
mencabut (nyawa, red) dari kaki kanan saya,''
tambahnya. Di saat itu ia sempat diajarkan oleh
pamannya kalimat thoyibah. ''Saat di ujung napas, saya
berzikir,'' ujarnya. ''Sungguh sakitnya, Pak, Bu,''
ulangnya di hadapan lebih dari 300 alumni ESQ
Pekanbaru.

Diungkapkan, ketika ruhnya telah tercabut dari jasad,
ia menyaksikan di sekelilingnya ada dokter, pamannya
dan ia juga melihat jasadnya yang terbujur. Setelah
itu datang dua malaikat serba putih mengucapkan
Assalaimualaikum kepada ruh Aslina. ''Malaikat itu
besar, kalau memanggil, jantung rasanya mau copot,
gemetar,'' ujar Aslina mencerita pengalaman matinya.
Lalu malaikat itu bertanya: ''siapa Tuhanmu, apa
agamamu, dimana kiblatmu dan siapa nama orangtuamu. "
Ruh Aslina menjawab semua pertanyaan itu dengan
lancar. Lalu ia dibawa ke alam barzah. ''Tak ada teman
kecuali amal,'' tambah Aslina yang Ahad malam itu
berpakaian serba hijau.

Seperti pengakuan pamannya, Aslina bukan seorang
pendakwah, tapi malam itu ia tampil memberikan
kesaksian bagaikan seorang muballighah. Di alam
barzah ia melihat seseorang ditemani oleh sosok yang
mukanya berkudis,badan berbulu dan mengeluarkan bau
busuk. Mungkin sosok itulah adalah amal buruk dari
orang tersebut.

Aslina melanjutkan. ''Bapak, Ibu, ingatlah mati,''
sekali lagi ia mengajak hadirin untuk bertaubat dan
beramal sebelum ajal menjemput. Di alam barzah, ia
melanjutkan kesaksiannya, ruh Aslina dipimpin oleh
dua orang malaikat. Saat itu ia ingin sekali berjumpa
dengan ayahnya. Lalu ia memanggil malaikat itu dengan
''Ayah''. ''Wahai ayah bisakah saya bertemu dengan
ayah saya,'' tanyanya. Lalu muncullah satu sosok.
Ruh Aslina tak mengenal sosok yang berusia antara
17-20 tahun itu. Sebab ayahnya meninggal saat berusia
65 tahun. Ternyata memang benar, sosok muda itu adalah
ayahnya. Ruh Aslina mengucapkan salam ke ayahnya dan
berkata: ''Wahai ayah, janji saya telah sampai.''
Mendengar itu ayah saya saya menangis. Lalu ayahnya
berkata kepada Aslina. ''Pulanglah ke rumah, kasihan
adik-adikmu. '' ruh Aslina pun menjawab. ''Saya tak
bisa pulang, karena janji telah sampai''.

Usai menceritakan dialog itu, Aslina mengingatkan
kembali kepada hadirin bahwa alam barzah dan akhirat
itu benar-benar ada. ''Alam barzah, akhirat, surga dan
neraka itu betul ada. Akhirat adalah kekal,'' ujarnya
bak seorang pendakwah.

Setelah dialog antara ruh Aslina dan ayahnya. Ayahnya
tersebut menunduk. Lalu dua malaikat memimpinnya
kembali, ia bertemu dengan perempuan yang beramal
shaleh yang mukanya bercahaya dan wangi. Lalu ruh
Aslina dibawa kursi yang empuk dan didudukkan di kursi
tersebut, disebelahnya terdapat seorang perempuan yang
menutup aurat, wajahnya cantik. Ruh Aslina bertanya
kepada perempuan itu. ''Siapa kamu?'' lalu perempuan
itu menjawab.''Akulah (amal) kamu.''

Selanjutnya ia dibawa bersama dua malaikat dan amalnya
berjalan menelurusi lorong waktu melihat penderitaan
manusia yang disiksa. Di sana ia melihat seorang
laki-laki yang memikul besi seberat 500 ton,
tangannya dirantai ke bahu, pakaiannya koyak-koyak dan
baunya menjijikkan. Ruh Aslina bertanya kepada
amalnya. ''Siapa manusia ini?'' Amal Aslina menjawab
orang tersebut ketika hidupnya suka membunuh orang.

Lalu dilihatnya orang yang yang kulit dan dagingnya
lepas. Ruh Aslina bertanya lagi ke amalnya tentang
orang tersebut. Amalnya mengatakan bahwa manusia
tersebut tidak pernah shalat. Selanjutnya tampak pula
oleh ruh Aslina manusia yang dihujamkan besi ke
tubuhnya. Ternyata orang itu adalah manusia yang suka
berzina. Tampak juga orang saling bunuh, manusia itu
ketika hidup suka bertengkar dan mengancam orang lain.

Dilihatkan juga pada ruh Aslina, orang yang ditusuk
dengan 80 tusukan, setiap tusukan terdapat 80 mata
pisau yang tembus ke dadanya, lalu berlumuran darah,
orang tersebut menjerit dan tidak ada yang
menolongnya. Ruh Aslina bertanya pada amalnya. Dan
dijawab orang tersebut adalah orang juga suka
membunuh. Ada pula orang yang dihempaskan ke tanah
lalu dibunuh. Orang tersebut adalah anak yang durhaka
dan tidak mau memelihara orang tuanya ketika di dunia.

Perjalanan menelusuri lorong waktu terus berlanjut.
Sampailah ruh Aslina di malam yang gelap, kelam dan
sangat pekat sehingga dua malaikat dan amalnya yang
ada disisinya tak tampak. Tiba-tiba muncul suara orang
mengucap : Subnallah, Alhamdulillah dan Allahu Akbar.
Tiba-tiba ada yang mengalungkan sesuatu di lehernya.
Kalungan itu ternyata tasbih yang memiliki biji 99
butir.

Perjalanan berlanjut. Ia nampak tepak tembaga yang
sisi-sisinya mengeluarkan cahaya, di belakang tepak
itu terdapat gambar kakbah. Di dalam tepak terdapat
batangan emas. Ruh Aslina bertanya pada amalnya
tentang tepak itu. Amalnya menjawab tepak tersebut
adalah husnul khatimah. (Husnul khatimah secara
literlek berarti akhir yang baik. Yakni keadaan dimana
manusia pada akhir hayatnya dalam keadaan (berbuat)
baik,red).

Selanjutnya ruh Aslina mendengarkan azan seperti azan
di Mekkah. Ia pun mengatakan kepada amalnya. ''Saya
mau shalat.'' Lalu dua malaikat yang memimpinnya
melepaskan tangan ruh Aslina. ''Saya pun bertayamum,
saya shalat seperti orang-orang di dunia shalat,''
ungkap Aslina. Selanjutnya ia kembali dipimpin untuk
melihat Masjid Nabawi. Lalu diperlihatkan pula kepada
ruh Aslina, makam Nabi Muhammad SAW. Dimakam tersebut
batangan-batangan emas di dalam tepak ''husnul
khatimah'' itu mengeluarkan cahaya terang. Berikutnya
ia melihat cahaya seperti matahari tapi agak kecil.
Cahaya itu pun bicara kepada ruh Aslina. ''Tolong kau
sampaikan kepada umat, untuk bersujud di hadapan
Allah.''

Selanjutnya ruh Aslina menyaksikan miliaran manusia
dari berbagai abad berkumpul di satu lapangan yang
sangat luas. Ruh Aslina hanya berjarak sekitar lima
meter dari kumpulan manusia itu. Kumpulan manusia itu
berkata. ''Cepatlah kiamat, aku tak tahan lagi di sini
Ya Allah.'' Manusia-manusia itu juga memohon. ''Tolong
kembalikan aku ke dunia, aku mau beramal.''

Begitulah di antara cerita Aslina terhadap apa yang
dilihat ruhnya saat ia mati suri. Dalam kesaksiaannya
ia senantiasa mengajak hadirin yang datang pada
pertemuan alumni ESQ itu untuk bertaubat dan beramal
shaleh serta tidak melanggar aturan Allah. Setelah
kesaksian Aslina, instruktur Pelatihan ESQ Legisan
Sugimin yang telah mendapat lisensi dari Ary Ginanjar
(pengarang buku sekaligus penemu metode Pelatihan ESQ)
menjelaskan bahwa fenomena mati suri dan apa yang
disaksikan oleh orang yang mati suri pernah diteliti
ilmuan Barat. Legisan mengemukakan pula, mungkin di
antara alumni ESQ yang hadir pada Ahad (24/9) malam
itu ada yang tidak percaya atau ragu terhadap
kesaksian Aslina. Tapi yang jelas, lanjutnya,
rata-rata orang yang mati suri merasakan dan melihat
hal yang hampir sama.

''Apa yang disampaikan Aslina, mungkin bukti yang
ditunjukkan Allah kepada kita semua, ''
ujarnya.Legisan menjelaskan penelitian oleh Dr Raymond
A Moody Jr tentang mati suri. Raymond mengemukakan
orang mati
suri itu dibawa masuk ke lorong waktu, di sana ia
melihat rekaman seluruh apa yang telah ia lakukan
selama hidupnya. Dan diakhir pengakuan orang mati suri
itu berkata: ''Dan aku ingin agar aku dapat kembali
dan
membatalkan semuanya.''

Menanggapi kesaksian Aslina yang melihat orang-orang
berteriak ingin dikembalikan ke dunia dan ingin
beramal serta penelitian Raymond yang menyebutkan
''aku ingin agar aku dapat kembali dan membatalkan
semuanya,'' Legisan mengutip ayat Al-Quran Surat
Al-Mu'muninun (23) ayat 99-100:

Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari
mereka, dia berkata:''Ya, Tuhanku kembalikanlah aku
(ke dunia).''(99) . Agar aku berbuat amal yang saleh
terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali
tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang
diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding
sampai hari mereka dibangkitkan. (100).

Sebagai penguat dalil agar manusia bertaubat,
dikutipkan juga Quran Surat Az-Zumar ayat 39: ''Dan
kembalilah kamu kepada Tuhan-Mu, dan berserah dirilah
kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu
tidak dapat ditolong (lagi).''

Usai pertemuan alumni itu, Aslina meminta nasehat dari
Legisan. Intruktur ESQ itu menyarankan agar Aslina
senatiasa berdakwah dan menyampaikan kesaksiaannya
saat mati suri kepada masyarakat agar mereka bertaubat
dan senantiasa mentaati perintah Allah dan menjauhi
larangan-Nya. Setelah acara, banyak di antara alumni
yang bersimpati dan ingin membantu pengobatan sakit
gondoknya. Para hadirinpun menyempat diri untuk
berfoto bersama Aslina.

Semoga pembaca dapat mengambil pelajaran dari
kesaksiaan tersebut.

Nb : Bagikan cerita ini kepada semua orang, agar
mereka mendapat hikmahnya dari cerita ini. Ternyata
hidup ini hanya sementara, dan hanya amal serta hati
yang bersih yang menuntun kita menuju jalan kehadapan
Illahi.

Tahu kah kalian?

Selasa, 02 September 2008

Ternyata.... tiap orang itu memiliki kebutuhan yang berbeda akan kalori....?hihihi... kayaknya udah pada tahu yak?

  • kalo pada penasaran apakah anda gemuk? ideal? kurus? silakan kLik di sini
  • nah kalo yang mau tau berapa kalori yang seharusnya masuk ke dalam tubuh kita... SiLakan klik di sini

gimana hasilnya?
bagi yang hasilnya menyenangkan selamat ya? tetep waspada
tapi bagi yang hasilnya menyedihkan? ayo berjuang!!!

Kalo sudah berusaha... Pasti Tuhan akan memberikan yang terbaik buat kita.. Okay?

Hmmm... bosen

kalo lagi kayak gini nih... bosen banget...
nggak ada kerjaan.... kegiatan cuma chating... ngeblog...chating...ngeblog... hmm...
lagi males googling....
gimana sih cara ngatasin kebosanan yah???

hihihi... kalo lagi bosen pas bulan ramadhan.... ada beberapa tips yang bisa dilakukan :
  1. TiLawah Qur'an.... selain pahala terus mengalir ke brankas utama kita.... itu juga memperlancar bacaan Qur'an kita.... yang tadinya gag lancar... setelah bulan ramadhan berlalu... jadi lancar deh
  2. Bikin daftar kegiatan ajah untuk seminggu ke depan,,, jadi sudah teroganisir dengan baik, kan?
  3. Atau bisa juga ikut kajian - kajian online... maksudnya baca - baca artikel yang dapat menambah pengetahuan agama kita...
  4. terserah anda deh... Mau tidur kek... Mau baca buku kek... atau mau bantuin orang tua... terserah...
kedengaran tidak berguna... tapi kalo antum wa antuna terapkan insyaallah deh... banyak manfaatnya....

puasa?? kesel atau seneng?

Senin, 01 September 2008

dulu waktu umur ana sekitar 7 tahun... ana seneng banget kalo tau puasa dikit lagi... tebak apa yang membuat ana seneng???
mau tau gak pendapat yang lain ketika datengnya puasa di usia 7 - 9 tahun???
kiki>>gw demen cuz bakal di kasih duit kalo puasanya pol
kurnia>>gw kan dari dulu anak pengajian gitu yak, pasti gw bakal dapet banyak kegiatan di pengajian gw... makanya gw seneng banget
Onta>> puasa (alasan yang tidak jelas..ck ck ck)
OcoL>>laper, libur, pulang kampung (wuaaah dasar boLang)
Egi >>gw seneng bgt... gw tuch paling seneng sama yg nama'a puasa...apalagi klo lebaran...gw lebih seneng gy
adit>> petasan (ini nih... yang bahaya)
YuLi>> ya enak orang - orang pada puasa (????)


tapi setelah umur semakin beranjak ke angka yang lebih besar.... lama - lama makna yang ada di benak hati ketika menyambut datangnya puasa itu... bukan seneng karena mau di beliin baju baru,, atau mau pulang kampung atau masih banyak lagi alasan...

tapi semata - mata hanya ingin membersihkan diri selama 11 bulan selalu berbuat khilaf... selama 11 bulan jarang mengingat Allah...11 bulan hilang dengan sia - sia... dan 1 bulan ini cocok untuk intropeksi diri... ditambah Allah SWT "membuka" dengan sangat lebar pahala - pahala yang dilipat gandakan...

yaaa gitu... mungkin ada yang mau menambahkan atau mau mengkoreksi kata - kata ana???
silakan komen ajah

Kenang - kenangan

Jumat, 22 Agustus 2008

yang ini kalo gak salah lagi acara futsal deh... atau classmetting... hahahaha... makLum yah anak STM..
tampangnya pada cupu - cupu... tapi keren lhoooo jangan salah...













Kalo ini skandal di TKJ (Tekhnik Komputer jaringan) Tenang aja.. itu mereka lakukan kalo lagi ga ada gawean doang kok.. dua - duanya normal kok... mau coba? xixixixi









Dududuh.... Pada rajin kan shalatnya?? ayo siapa yang masih bolong - bolong shalatnya... Ini shalat magrib sehabis buka puasa










kalo ini dari kiri ke kanan... kiki, aku, isma, sama dian yang yang bergaya di depan vespa tua

PengaLaman baru..Pengalaman seruuuu...

Kamis, 21 Agustus 2008

xixixixi....

Ini pengalaman yang unik buat aku... hmm... dalam angan - anganku yang namanya PKL itu menyeramkan, menegangkan dan haaaaah pokoknya melelahkan deh...
Ternyata, tanpa disangka - sangka... PKL itu membosankan, boring, BT (sama aja yak?) ho oh... mungkin karena ini adalah bulan pertama aku bergabung dengan perusahaan ini kali ya? Terlebih lagi karena di sini mayoritasnya cowok,,, mungkin dalam pikiran mereka cewek itu "gak bisa apa - apa" berhubung memang tempat PKL-ku rada - rada berat sih....

Hmmm... Tapi disini aku mendapatkan pengalaman yang sangat berharga...
yang pertama : aku tahu daerah sekitar tempat PKL, jadi tambah wawasan buat jadi peta Jakarta
yang kedua : jangan mengangan - angankan hal yang belum pasti deh
yang ketiga : belajar untuk lebih tabah dan tawakal ajah... karena mungkin sekarang kita sedang diuji, ditegur, atau mungkin diberi azab (huhuhu.. menyeramkan) becanda..

Yah pokoknya apapun yang sedang dijalankan harus dengan ikhlas dan lapang dada... mungkin aja abis ini, kita dapat hal yang amat sangat lebih baik dari sekarang... Pintu menuju ridha Allah itu kan banyak.. ya.. jadikan aja ini sebagai salah satunya.. Oke friends!!!
 

Most Reading

Tags